Humor

Loh…kok gelap??

Ini sekadar cerita konyol kawan sekantor saya sewaktu nonton Laskar Pelangi. Lumayan untuk obat puyeng di tengah kesumpekan hidup. Kisah ini sudah dimuat di Harian SOLOPOS edisi Sabtu (11/10). Nama pelaku saya samarkan :
Film Laskar Pelangi yang lagi diputar di gedung-gedung bioskop bisa menyihir siapa saja. Orang yang tak biasa nonton gambar hidup pun ikut-ikutan tertarik. Tak terkecuali Lady Cempluk, gadis manis yang mengaku terakhir nonton film 10 tahun lalu. Apalagi untuk urusan bayar tiket sudah ditanggung temannya, Jon Koplo, yang juga ikut nonton bareng bersama teman-temanya.Hujan deras yang mengguyur Kota Solo Rabu 7 Oktober malam itu tak dihiraukannya. Bak pahlawan mau maju perang Lady Cempluk bersama kawan-kawannya tancap gas menuju gedung film di kompleks pusat perbelanjaan besar di Solo.
Sampai di lokasi, film belum diputar. Setelah clingak-clinguk beberapa saat, Cempluk dan rombongan menemukan tempat duduknya. Sesaat kemudian tiba-tiba mak pet…! ruangan peteng ndhedhet setelah lampu dimatikan.

Lady Cempluk kaget mak jenggirat. Tanpa diduga dia berteriak keras, “Lho, kok gelap sih…?!”Sontak teriakan banter tur cetha yang keluar dari mulut Cempluk itu menjadi pusat perhatian penonton lainnya.”Kalau takut gelap jangan nonton film, Mbak!” celetuk seorang penonton.
Jon Koplo yang duduk di sampingnya cuma bisa cengar-cengir ikut menahan malu. Padahal jika dilihat dari penampilannya, Cempluk sebenarnya bukan tipe orang kampungan. Dia Sarjana Teknik lulusan perguruan tinggi markotop di Kota Bandung. Bahasa Inggrisnya cas-cis-cus. Bahkan sekarang dia bekerja di bagian riset pada sebuah perusahaan koran besar Solo. Hebat kan? Tapi kalau menyangkut soal nonton film, aduh maaf ya, dia memang rada-rada ndesit.Alhasil, kisah lucu ini menjadi bahan pembicaraan orang-orang sekantor.
“Oalah Pluk… Pluk. Di mana-mana yang namanya bioskop pasti gelap saat film diputar,” serang kawan-kawannya. Tapi dasar Cempluk, kepepet pun dia tetap ngeyel, “Eh, dulu waktu aku nonton itu terang benderang kok,” kilahnya tanpa dosa yang disambut gerrr orang sekantor.”Wis ta Pluk, sudah kalah kok masih bersilat lidah, kayak anggota Dewan saja!” sergah Tom Gembus yang memang dikenal jago ngeledek. Kali ini Cempluk tak berkutik. Pipinya memerah menahan malu…
Solo, 10 Oktober 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s