Uncategorized

Orang-orang “Gila” Dari Jombang

Beberapa tahun silam, muncul anekdot menarik mengenai empat orang ”gila” dari Jombang. Saya tidak persis siapa yang melontarkan (barangkali ada pembaca yang ingat? Tolong aku dikasih tahu ya…). Sebutan ini muncul karena secara kebetulan muncul tokoh-tokoh kontroversial dari Jombang, Jatim. Sepertinya predikat ini sampai sekarang belum berhenti. Jombang masih melahirkan orang-orang ”aneh”. 

Ketika istilah itu pertama kali muncul, baru ada empat orang yang dianggap ”gila”. Mereka adalah  Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Emha Ainun Najib (Cak Nun), Nurkholis Madjid (Cak Nur) dan Asmuni (pelawak Srimulat). Kebetulan mereka sama-sama dari Jombang, sama-sama tokoh kontroversial di dunianya. Dan penyakit ”gila”-nya pun ”lambuh” pada era yang sama. Kira-kira tahun 80-90-an.  

Saya tidak perlu menyampaikan kegilaan mereka. Pembaca budiman saya yakin sudah tahu. Mungkin sekadar contoh saja. Gus Dur, waktu itu,  sering berseberangan dengan pendapat umum, khususnya di kalangan umat Islam. Sebagai tokoh NU, sikap dan  pandangan Gus Dur memang acapkali mengundang perdebatan. Tak hanya di masyarakat muslim pada  umumnya,  di tubuh NU pun demikian.

Tak jauh beda dengan Cak Nur. Pendiri Yayasan Wakaf Paramadina ini juga kerap berpikiran beda dengan umat Islam pada umumnya. Ketika umat Islam sedang gandrung-gandrungnya dengan Partai Islam, Cak Nur justru melontarkan gagasan ”Islam yes, Partai Islam No”. Jargon ini sebagai implementasi konsep ”sekularisasi” yang dikampanyekan Cak Nur. Cap kafir dan halal darahnya pun sering dia terima.

Sedangkan Cak Nun, tokoh ini menyandang banyak predikat; kiai, budayawan, penyair,   seniman. Pemikiran-pemikiran Cak Nun pun unik. Tokoh ini juga dijuluki ”kiai mbeling”. Lain lagi dengan Asmuni. Sebagai pelawak, kegilaan Asmuni tentu saat dia berada di atas panggung mengocok perut penonton dengan plesetan-plesetannya. Jargon ” hil yang mustahal” (maksudnya : mustahil) menjadi ciri khasnya. Ia sering memplesetkan namanya sendiri menjadi  ”Asmuni-muni”.

Pembaca masih ingat nama Very Idham Heryansyah alias Ryan? Si jagal manusia yang membunuh pasangan-pasangannya? Ah.. lelaki yang mengaku gay ini juga orang Jombang. Dan tak kalah gilanya adalah fenomena Ponari. Si dukun cilik asal Jombang yang menerapkan penyembuhan dengan ”batu petir”.

Boleh jadi fenomena Gus Dur, Cak Nur, Cak Nun, Asmuni, Ryan, dan Ponari tidak akan berhenti sampai di sini. Saya jadi berpikir, apa hebatnya Jombang sehingga bisa memunculkan orang-orang “gila”? Boleh jadi ke depan akan muncul-muncul kejutan-kejutan lain dari Jombang.

Kita tunggu sama-sama ya…

 Solo, 28 Februari 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s