Humor

Sapi Pun Bisa Menangis…

Konon, sapi akan menangis saat akan disembelih. Entahlah, apakah ini benar atau tidak. Paling tidak, kalau Anda amati, sapi-sapi itu tampak gelisah ketika akan dipotong. Perilakunya aneh. Mengaum-aum gak jelas. Matanya melotot. Kakinya mencakar-cakar tanah. Mungkin, dengan instingnya, sang sapi tahu jalan hidupnya akan segera berakhir.

Tak sekadar menangis, beberapa sapi malah melarikan diri. Seperti sapi yang akan disembelih sebagai hewan kurban di Kampus UNS Program PGSD di Kerten Solo, Minggu (29/11). Sapi itu lepas dari ikatannya dan lari keluar kompleks kampus. Dia meronta dan memberontak. Tentu saja larinya sang sapi ini bikin heboh. Panitia kurban dan jagal yang kalang kabut. Para pengguna jalan pun dibikin senewen. Maklum, kampus itu berada di tengah kota. Persis di depan kampus adalah Jl Slamet Riyadi, jalan utama di Kota Solo. Lalu lintasnya sangat padat. “Blaik!!…Ada sapi jalan-jalan…,” teriak seorang pengguna motor. Terbengong-bengong.

Sang jagal sudah berupaya menangkap dan merayu sapi agar menyerah. Sang jagal mengiming-imingi dengan rumput, makanan kesusakaan sang sapi. Sayang sapi bergeming. “Ah…jangankan rumput. Ditawari Pizza Hut pun gue kagak mauuuu…pokoknya aku gak mau disembelih!,” protes sang sapi. So, dia terus saja lari kesana kemari. Puas menyusuri Jalan Slamet Riyadi, sang sapi melangkahkan kakinya ke arah Jl Adisucipto.

Di jalan itu dia sempat melirik ke gedung DPRD Solo. Entahlah. Apa motivasi sang sapi memperhatikan gedung itu. Mungkin mau mengadukan nasibnya ke anggota Dewan. Atau jangan-jangan dia ingin protes. Sebenarnya ego orang-orang yang duduk di gedung itu yang mestinya disembelih. Ego yang sering bikin mereka lupa diri. ”Bukan malah aku yang disembelih,” keluh sang sapi. Dalam benak si sapi, kalau sapi memiliki watak kebinatangan, itu sudah wajar. Binatang memang didesain Tuhan untuk memiliki sifat-sifat seperti itu. Yang parah adalah kalau manusia kemudian meniru watak binatang. Itu namanya bedebah…

Lantaran hari libur, gedung Dewan lagi sepi. Sang sapi tak patah arah. Kali ini yang dituju adalah kantor penerbitan koran yang tak jauh dari Gedung Dewan. “Sapa tahu besok gue bisa masuk koran he he he….” Begitu kira-kira pikir sang sapi, sambil terkekeh. Ah, rupanya sang sapi tak mau kalah sama politisi yang sering nampang di koran. Mereka sering ngoceh mengatasnamakan rakyat.

Datangnya tamu tak diundang di kantor koran tersebut bikin heboh. Apalagi di kantor itu tengah banyak orang. Mereka sibuk menyembelih hewan kurban. Mereka pada kaget dan pada lari kalang kabut.

Mungkin lantaran tahu dua temannya disembelih, sang sapi makin naik pitam. Sapi menyeruduk seorang panitia kurban hingga terjatuh. Untung tidak apa-apa. Dia terus lari ke luar kantor menyeberang jalan dan masuk ke kompleks Rumah Makan Palm Resto. Petugas rumah makan sempat menutup pagar agar sapi tak keluar ke jalan raya, karena membahayakan pengguna jalan. Tapi sia-sia. Pagar besi pun diseruduk hingga roboh. Sapi lantas menerobos jalan dan menabrak dua orang pengendera motor hingga jatuh dan dilarikan ke rumah sakit.

Aksi sang sapi baru berhenti setelah beberapa timah panas yang ditembakkan petugas menembus kepalanya. Sesaat kemudian pisau tajam sang jagal merobek lehernya. Kressss….! Darah segar mengucur deras. Sapi mengerang kesakitan. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, sang sapi bergumam, “Aku memang mati. Tapi saya mati dengan tersenyum karena berhasil ngerjain elo, hai manusia…” Sedetik kemudian, sang sapi tak bergerak. Mati. Dan niat sang sapi masuk koran pun kesampaikan. Wajah dan berita tentang ulahnya benar-benar masuk koran keesokan harinya. Sayang, si sapi tak lagi bisa melihat wajahnya di koran. Ia keburu menghadap Sang Khalik.

 

“Ah..ada-ada saja. Sapi ternyata bisa protes,” komentar orang-orang yang melihat kejadian ini.

Solo, 29 November 2009

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s