Humor

Ealah..Salah Masuk…

Si John sore-sore menghadap atasannya untuk minta izin.  “Pak, nanti jam 18.30 saya izin sebentar untuk jagong pernikahannya si Cempluk bersama istri saya,” pintanya kepada si Koplo, atasannya di kantor, Rabu (2/112).  ”Oh silakan Pak, kebetulan saya juga juga mau ke sana. Nanti kita ketemu di sana aja ya,” jawab si Koplo.

Cempluk adalah seorang sekretaris di kantor penerbitan pers di Solo yang malam itu melangsungkan resepsi pernikahan di Grha Nikmat Rasa Solo. So, banyak teman-teman kantornya yang datang bareng-bareng ke gedung pertemuan itu.

Habis Magrib, Si John memang sudah tidak terlihat batang hidungnya di kantor. Dia ngacir pulang ngampiri istrinya. ”Ayo Bu, kita cepat-cepat berangkat. Kan gak enak kalau nanti terlambat,” ujarnya kepada istrinya, si Genduk, sesaat setelah sampai di rumahnya di kawasan Kadipiro. Kebetulan suami si pengantin masih bersaudara dengan istri si John. Tak heran bila si John begitu bersemangat bak petugas KPK yang mau menangkap koruptor.

Setelah memakai baju batik kesayangannya, si John bersama si Genduk berboncengan naik motor meluncur ke tempat acara. Mereka keliatan mesra, kayak pengantin yang baru bulan madu. Lengket kayak prangko. Tapi, entah karena si John lupa atau dia salah baca undangan, si John tidak mengarahkan motornya ke Grha Nikmat Rasa di Jl Dr Radjiman, melainkan ke Gedung Pertemuan Nikmat Rasa di Jl Veteran. Si Genduk yang mbonceng kok ya manut-manut saja. Mungkin karena dia istri yang taat suami. Wis pokoke nurut kata suami….

Lha kok ya ndilalah di Gedung Pertemuan Nikmat Rasa juga sedang berlangsung acara yang sama. Maklum, kedua gedung itu namanya rada-rada mirip. Sama-sama pake kata  ”Nikmat Rasa”. Sering membuat orang keblasuk.

”Oh Pak John, monggo Pak silakan masuk,” ujar salah salah seorang penerima tamu yang kebetulan kenal dengan si John. Tanpa curiga sama sekali, Si John mengisi buku tamu. Tak lupa memasukkan angpao ke kotak yang disediakan. Si John dan si Genduk lantas masuk ke dalam. Keduanya duduk di barisan tengah.

Setelah duduk, Si John dan Si Genduk mulai clingak-clinguk. “Kok famili-famili kita gak ada ya Pa,” tanya si Genduk. ”Iya-iya,  teman-teman kantor papa kok juga belum kelihatan,” jawab si John mulai curiga.”Mungkin saja mereka belum datang kali Ma,” ujar si John, mencoba menghibur diri.

Keduanya baru kaget mak jenggirat setelah MC memulai acara. Si MC menyebut nama si mempelai berdua, yang ternyata tidak dikenal si John maupun si Genduk. Apalagi setelah kedua mempelai berdiri. Si John dan Si Genduk bisa dengan jelas melihat sosok pengantin. ”Blaik..kita salah masuk Ma..!,”  ujarnya sambil ngucek-ucek matanya. Jangan-jangan dia salah lihat. ”Mosok pengantin putrinya kecil. Padahal si Cempluk kan orangnya tinggi.”

Si John tidak langsung pulang. Untuk menutupi rasa malunya dia terpaksa menunggu resepsi berakhir. Ujung-ujungnya dia tidak sempat datang ke Grha Nikmat Rasa karena sudah terlalu malam.

Tentu saja kisah memalukan ini jadi bahan tertawaan teman-teman John di kantor. ”Ealahh..John..John. Kok ya bisa-bisanya sih salah alamat,” ledek mereka.

Akibat kelalaiannya, si John harus menanggung dua kerugian. Pertama, dia mengaku pekewuh sama si Cempluk karena tidak datang di pernikahannya. Kedua, dia kehilangan duit karena salah memasukkan amplop. Padahal dia juga harus kasih angpoa ke Cempluk. ”Yah, bakalan ngutang nih..,” ujar John sambil garuk-garuk kepala.

Capek deh…..!!

Solo, 3 Desember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s