Humor

Atas Nama Hukum…

Hati Kang Karto kembali terusik. Ia baru saja membaca berita di koran. Ada anak kelas III SD diadili hanya karena menyengatkan lebah ke teman sekolahnya. Meski pengadilan “membebaskan” si anak dan mengembalikannya ke orangtuanya, kasus ini tetap saja mengusik nuraninya.

 Kang Karto tak bisa membayangkan, bagaimana anak sekecil itu harus melalui proses hukum yang panjang dan melelahkan. Disidik polisi, diproses di kejaksaan, hingga diadili di pengadilan. Jangankan anak kecil di bawah umur, orang dewasa pun pasti akan stres. 

 Proses hukum tersebut tidak hanya akan menimbulkan kesan traumatik bagi anak, lebih jauh hal itu telah mengusik rasa keadilan social. Bukankah anak kecil belum bisa dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya? “Emangnya aparat penegak hukum itu kurang kerjaan ya? Mosok beraninya mengadili anak kecil..he he he…,” sindir Kang Karto, sambil tersenyum kecut. “Apa ini gara-gara orangtua anak yang disengat lebah adalah seorang penyidik polisi?, sehingga polisi begitu gigih mengusut kasus ini?,” tanya Kang Karto, tak habis mengerti.  

 Kang Karto lantas ingat kasus Lanjar di Solo. Si Lanjar diseret ke pengadilan karena dianggap lalai saat memboncengkan istrinya dan mengalami kecelakaan. Istrinya jatuh dan dihantam mobil. Istrinya meninggal dunia. Lanjar diseret ke pengadilan, sementara pengendara mobil justru bebas. Ada apa gerangan? Ternyata si penabrak istri Lanjar adalah seorang polisi.

 Kang Karto lantas memutar memori otaknya. Ternyata begitu banyak kasus hukum yang penuh tanda tanya. Orang-orang kecil yang dianggap melanggar hukum langsung diproses. Mencuri tiga buah kakao, mencuri randu, pencuri semangka, pencuri pisang, dll, semuanya diseret ke pengadilan. Mereka diadili atas nama “penegakan hukum”. Sementara para pengemplang uang negara, miliaran rupiah, bahkan triliunan rupiah justru bebas dari hukum. Ironis memang…hukum hanya tegak di hadapan orang-orang yang tak berdaya. Hukum langsung impotent di hadapan penguasa dan orang-orang berduit.

 Memang, kata “penegakan hukum” kelihatannya indah. Akan tetapi dibalik keindahan itu tersimpan banyak ironi. Mengapa? Karena tugas seorang penegak hukum bukan hanya menegakkan aturan, melainkan yang lebih penting lagi menegakkan keadilan. Secara nyata, antara penegakan hukum dan penegakan keadilan tak selalu sejalan. Hukum selalu merujuk kepada aturan-aturan yang kadang-kadang sangat kaku, tanpa kompromi. Keadilan merujuk kepada nilai-nilai moralitas, kepatutan, kepantasan,dsb. Penegakan hukum tak mencerminkan prinsip keadilan jika penegakan hukum itu tak merujuk kepada nilai-nilai yang dianut masyarakat. Contohnya ya itu tadi : anak kecil dan orang kecil yang diadili. Secara aturan, perbuatan mereka memang salah. Tapi, pantaskah kesalahan mereka harus ditebus mahal dengan diseret ke pengadilan?

 Tidak adakah cara lain untuk menyelesaikan masalah itu tanpa harus duduk di kursi terdakwa??  Melalui mediasi, misalnya? Atau diselesaikan secara kekeluargaan?

 Menurut Kang Karto, sudah saatnya para pemangku hukum membuka mata, telinga, hati, dan pikiran. Langkah ini dilakukan agar dalam melaksanakan tugasnya mereka tidak cuma mengacu pada pasal-pasal hukum yang sangat kaku.  Melainkan juga mempertimbangkan rasa keadilan, menggunakan akal sehat dan nuraninya sebelum mengambil keputusan.

 

Jangankan aturan hukum buatan manusia. Dalam beberapa hal, hukum-hukum Tuhan pun sering tak sejalan dengan nilai keadilan jika tidak dilaksanakan dalam konteks yang pas. Ijtihad adalah salah jalan untuk bisa “keluar” dari kekakuan hukum-hukum Tuhan. “Tak ada salahnya juga penegak hukum kita juga perlu ‘berijtihad’ supaya mereka tak terkungkung pada paradigma hukum yang membelenggu,” lanjut Kang Karto.

 Maukah mereka membuka mata? Kita tunggu saja…

 Solo, 02 Februari 2010

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s